• Ming. Jun 16th, 2024

Sejarah Sushi Jepang

ByWangseo

Jun 9, 2024

jasarawatpbnmurah.com – Sejarah Sushi Jepang. Sushi adalah salah satu makanan Jepang yang paling terkenal dan populer di seluruh dunia. Terdiri dari nasi yang dibumbui dengan cuka (shari) dan berbagai bahan lain seperti makanan laut, sayuran, dan kadang-kadang buah-buahan (neta), sushi hadir dalam berbagai bentuk dan variasi yang mencerminkan kreativitas kuliner Jepang.

Sejarah Sushi

Sushi memiliki sejarah panjang yang bermula dari Asia Tenggara sebagai metode pengawetan ikan. Ikan di simpan dalam nasi yang di fermentasi untuk memperpanjang masa simpan. Pada abad ke-8, metode ini di perkenalkan ke Jepang dan di kenal sebagai narezushi, di mana ikan di fermentasi dengan nasi dan garam selama beberapa bulan. Nasi pada narezushi tidak di makan, melainkan di buang.

Pada abad ke-17, seorang koki bernama Matsumoto Yoshiichi di Edo (sekarang Tokyo) menemukan cara baru untuk mengasinkan nasi dengan cuka, yang mengurangi waktu fermentasi dan mempercepat proses penyajian. Ini menjadi cikal bakal sushi modern yang kita kenal hari ini. Sushi terus berkembang hingga pada abad ke-19, seorang koki bernama Hanaya Yohei menciptakan nigirizushi, yaitu bola nasi dengan potongan ikan mentah di atasnya, yang di sajikan dengan cepat di kedai-kedai sushi. Baca juga sub artikel Beragam Berita

Jenis-Jenis Sushi

  1. Nigirizushi: Bentuk sushi paling klasik, terdiri dari bola nasi yang di atasnya di beri potongan ikan mentah, telur, atau makanan laut lainnya. Kadang-kadang di lengkapi dengan sedikit wasabi dan di bungkus dengan nori (rumput laut).
  2. Makizushi: Sushi yang di gulung dengan nori dan di isi dengan nasi dan bahan-bahan lain seperti ikan, sayuran, dan telur. Makizushi memiliki beberapa varian, seperti futomaki (gulungan tebal) dan hosomaki (gulungan tipis).
  3. Temaki: Sushi yang di gulung tangan dalam bentuk kerucut, biasanya di isi dengan nasi, ikan, dan sayuran. Bentuknya yang praktis membuat temaki mudah di makan tanpa menggunakan sumpit.
  4. Chirashizushi: Sushi yang di sajikan dalam mangkuk, dengan nasi sushi di bagian bawah dan berbagai macam topping seperti ikan, sayuran, dan telur di atasnya. Ini adalah bentuk sushi yang lebih kasual dan sering di sajikan di rumah-rumah Jepang.
  5. Inarizushi: Nasi sushi yang di isi ke dalam kantong tahu goreng (aburaage). Rasanya manis dan sering di jadikan makanan ringan atau bento.

Tradisi dan Etiket

Sushi tidak hanya tentang rasa, tetapi juga tentang tradisi dan etiket. Di Jepang, ada cara tertentu untuk makan sushi, seperti mencelupkan ikan (bukan nasi) ke dalam kecap asin untuk mencegah nasi hancur. Wasabi bisa di tambahkan sesuai selera, tetapi di beberapa jenis sushi, wasabi sudah di oleskan oleh koki. Menghargai keterampilan koki juga penting, karena pembuatan sushi membutuhkan keahlian dan ketelitian yang tinggi.

Pengaruh Global

Sushi telah mendunia dan mengalami banyak adaptasi di berbagai negara. Di Amerika Serikat, misalnya, terdapat variasi seperti California roll, yang menggunakan kepiting tiruan, alpukat, dan mentimun. Adaptasi ini menunjukkan fleksibilitas sushi dalam menggabungkan elemen tradisional dengan selera lokal.

Kesimpulan

Sushi adalah perpaduan sempurna antara tradisi, seni, dan rasa. Dari sejarah panjangnya yang dimulai sebagai metode pengawetan ikan hingga menjadi simbol kuliner global, sushi terus berkembang dan berinovasi, menjadikannya salah satu hidangan paling beragam dan dihargai di dunia. Baik dalam bentuk nigiri klasik, maki yang kreatif, atau chirashi yang sederhana, sushi menawarkan pengalaman makan yang unik dan memuaskan bagi para pencintanya di seluruh dunia.

By Wangseo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *